Penting Jamaah Haji Wanita

Penting Bagi Jamaah Haji Wanita

Jamaah haji wanita memiliki kebiasaan yang berbeda dengan jamaah haji laki-laki. Salah satunya adalah datangnya siklus menstruasi. Jika saat pelaksanaan ibadah haji jamaah wanita mengalami menstruasi, maka boleh melakukan semua rukun haji kecuali tawaf saja.

Jadi rute pelaksanaan ibadah yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1Niat ihram haji, 
wukuf, mabit muzdalifah, lempar jumroh, mabit di Mina. Ikuti terus sampe nafar awal. Tunda dulu tawaf dan sainya.

Andaikan sudah kembali ke maktab/hotel dan belum suci, jamaah bisa menunggunya sampai selesai atau suci. Setelah suci atau minimal sampai tidak mengeluarkan darah lagi, baru melakukan tawaf dan sai.

Apakah boleh mmbaca talbiyah? Tetap boleh mmbaca talbiyah, dzikir dan berdoa. Jamaah dapat memanfaatkan untuk berdzikir dan berdoa sebanyak-banyaknya di Arafah dan di tempat-tempat masy’aril haram. Hanya saja tidak boleh sholat.

Bila sudah suci, boleh segera tawaf dan lanjut sai. Andaikan saat sai, kembali mengalami menstruasi. Tawafnya tetap sah dan berarti hajinya sah. Karena Sai tidak harus suci.

Tapi kalo ditunggu sampai akan pulang ke tanah air atau pindah ke Madinah, masih belum suci: maka tetap boleh tawaf ifadoh dan sai asal dijaga agar darahnya tidak jatuh ke lantai masjid.

Alternatif lain, boleh minum obat penunda haid pada seminggu sebelum wukuf untuk mengantisipasi menstruasi di luar perkiraan secara tiba-tiba akibat stress dan kelelahan.

Semoga bermanfaat. Amin. (bakkah)

Berikut tautan Instagram Konsultasi Ibadah Daker Mekkah:

About the Author

By bakkah / Administrator, bbp_keymaster

Follow bakkah
on Aug 09, 2019

No Comments

Leave a Reply

Skip to toolbar